“Aku adalah aku yang sampai kapanpun akan selalu menjadi aku… Tidak berusaha berubah, hanya membenahi bagian-bagian berlubang dalam pribadiku… “
“Aku adalah aku yang sampai kapanpun akan selalu menjadi aku… Tidak berusaha berubah, hanya membenahi bagian-bagian berlubang dalam pribadiku… “
lalu, bagaimana kalau ternyata `membenahi` bagian berlubang itu merubah `aku` itu sendiri? *tanya mengapa tanya
`aku` tak kan berubah, selama dalam proses `membenahi` tak sampai melupakan jati diri, maupun karakter utama `aku` sendiri